Analisa Debu Vulkanik Gunung Merapi

Gunung merapi meletus pada tanggal 25 Oktober 2010 pukul 17.00 wib tepatnya hari Selasa dan dengan peristiwa meletusnya gunung merapi ini tercatat ada belasan korban yang telah berhasil di evakusai ke rumah sakit. Gunung Merapi merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di dunia ini melakukan aktivitas vulkaniknya. Setelah beberapa hari aktifitas vulkanik G. Merapi terus mengalami peningkatan secara signifikan baik jumlah maupun energi gempa bumi vulkanik.

Sumber : http://arsaz.blogspot.com

Gunung Merapi merupakan gunungapi tipe strato, dengan ketinggian 2.980 meter dari permukaan laut. Secara geografis terletak pada posisi 7° 325′ Lintang Selatan dan 110° 26.5′ Bujur Timur. secara administratif terletak pada 4 wilayah kabupaten yaitu Kabupaten Sleman, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyalali dan Kabupaten Klaten. Status kegiatan G. Merapi ditingkatkan dari Normal manjadi Waspada pada tanggal 20 September 2010, ditingkatkan menjadi Siaga pada 21 Oktober 2010 dan menjadi Awas, terhitung sejak 25 Oktober 2010.

Untuk melihat perkembangan dampak letusan Gunung Merapi bagi keselamatan manusia, terutama di bidang penerbangan, berikut adalah analisa berdasarkan citra satelit MTSAT.

Analisa Debu Vulkanik Gunung Merapi Tanggal 5 November 2010 :

  1. Dengan menampilkan profil kontur perbedaan suhu puncak awan pada kanal S2 (IR1-IR2), terdapat daerah dengan suhu dibawah -0.5 derajat C, dan dipastikan bawah daerah tersebut terdapat debu vulkanik.


  2. Dengan menggunakan metode RGB, debu vulkanik terlihat jelas pada jam 00 UTC s/d jam 04 UTC,


    dan terlihat lagi pada jam 19 UTC s/d Jam 23 UTC dengan intensitas yang lebih kecil.


  3. Tinggi debu vulkanik mencapai ketinggian 150 mb, pada ketinggian tersebut di daerah letusan gunung Merapi masih mempunyai perbedaan suhu dibawah -0.5 derajat C.


  4. Dengan menggunakan data arah angin ketinggian 200 mb, dapat dilihat trajektori kemana arah dari debu vulkanik tersebut terbawa angin.


  5. Dari Citra Satelit dapat diperoleh beberapa kesimpulan, yaitu :
  • Sebaran debu vulkanik gunung merapi meliputi wilayah Jogjakarta dan Sekitarnya, terutama Jawa Tengah bagian Selatan dan Sebagian kecil Jawa Barat bagian Selatan.
  • Debu vulkanik terlihat jelas pada jam 00-04 UTC dan jam 19-23 UTC, dimana pertumbuhan awan tidak terlalu banyak.
  • Ketinggian debu vulkanik mencapai hingga ketinggian 150 mb, sehingga berbahaya bagi penerbangan menuju Jogjakarta dan Solo, karena jika dilihat dari pergerakan (trajektori) debu vulkanik mengarah Barat s/d Barat Daya.
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s